Entri Populer

Jumat, 01 Maret 2013

SDN MOJOPUROWETAN MENUJU ADIWIYATA

-->
Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkingan yang negatif.
Dalam pelaksanaannya Kementrian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan para stakeholder, menggulirkan Program Adiwiyata ini dengan harapan dapat mengajak warga sekolah.
Kata ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. “ADI” mempunyai ,makna : besar, agung, baik, ideal atau sempurna. WIYATA mempunyai makna : tempat dimana seseorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Jadi, ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna : Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Terdapat empat proses tahapan dalam menuju sekolah Adiwiyata, yakni :
1. PRA – ADIWIYATA
2. ADIWIYATA
3. PENGEMBANGAN ADIWIYATA
4. ADIWIYATA MANDIRI
KEBIJAKAN  SEKOLAH
* Filosofi : “BERTINDAK SEKARANG SEJAHTERA HARI ESOK”
* Visi dan Misi
* Pengembangan  Pembelajaran LH
* Peningkatan  SDM
* Penghematan  SDA
* Peraturan Sekolah LSS
* Alokasi  Dana  untuk  lingkungan
* Kebijakan  pendukung  lain
KURIKULUM BERBASIS LINGKUNGAN
* Model  Pembelajaran  Lintas  Matpel
* Materi  Persoalan  LH  yang  ada di sekitar
* Studi  lapangan  berbasis lingkungan  (aspek sosial, ekonomi)
* Kegiatan kurikuler untuk  pengembangan kesadaran  siswa  pada  lingkungan
KEGIATAN PARTISIPATIF
* Ekstrakurikuler  berbasis  partisipatif
* Mengikuti  aksi  lingkungan
* Membangun  kemitraan
PENGELOLAAN SARANA PENDUKUNG
* Pengembangan  fungsi  kualitas  sarana  sekolah  untuk  PLH
* Peningkatan  kualitas  pengelolaan  lingkungan di sekolah  dan di luar sekolah
* Penghematan SD air,  listrik,  ATK, bahan
* Kualitas  pelayanan  kantin  sekolah
* Pengembangan  sistem  pengumpulan   sampah
PENGEMBANGAN  ADIWIYATA
· Sosialisasi  ke  Masyarakat  Sekitar  Tentang  Fungsi  Tanaman  Obat  Untuk mendukung perekonomian  Masyarakat
· Pengolahan  Produk  Olahan  Mangrove  Sebagai  Bekal  Untuk  Hidup  Mandiri  dan  Menarik  Minat  Masyarakat  Untuk  Mengupayakan  Pelestarian  Pantai
· Pengimplementasian  Materi  PLH  ke  Masyarakat  Melalui  Kegiatan  GUGUR  GUNUNG (BEDHOL SEKOLAH) ke  Desa-desa  Pilihan
· Pembudidayaan  Tanaman  Obat
· Promosi  Sekolah

PRAMUKA SDN MOJOPUROWETAN

Satya kudharmakan dharma ku baktikan!, mungkin inilah semangat yang ada dalam asiswa siswi SN Mojopurowetan. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan sangat penting baik itu formal maupun informal dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi di segala bidang menuntut kreativitas siswa yang berkualitas melalui pendidikan di sekolah baik itu ekstrakurikuler contohnya dalam kegiatan pramuka.

Pendidikan gerakan pramuka yang dilakukan di  SDN Mojopurowetan  Bungah Gresik dalam rangka pembinaan kreativitas dan kepemimpinan anggota Pramuka dilaksanakan secara terus menerus setiap hari Jum'at.

Adapun kegiatan Pramuka yang dilaksanakan diantaranya :
a.       Keterampilan
-          morse
-          peta perjalanan
-          sandi
-          perkemahan
-          masakan darurat
 b.   Ketangkasan
-          menyambung tali
-          menali kayu ulat
-          menaiki tangga
-          mendaki dan menuruni tebing
c.       Kesenian / kebudayaan / olahraga
      -    melukis
      -    cerdas cermat
      -    volley ball
d.       Keagamaan
      -    M. T. Q
      -   Sholat berjamaah
e.       Bakti masyarakat
-    penghijauan
-    gotong royong

Sabtu, 05 Januari 2013

Pendekatan Tematik Integratif untuk Kurikulum 2013

Pramuka Menjadi Ekstrakurikuler SD-SMP-SMA/SMK

Foto
Wapres Boediono berbincang dengan Mendikbud M. Nuh
dalam rapat pengembangan kurikulum 2013 (foto: Muchlis).
Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah melakukan pengembangan kurikulum Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengembangan kurikulum ini diharapkan siap menjelang dimulainya tahun ajaran 2013 mendatang dengan pendekatan tematik yang terintegrasi di setiap mata pelajaran. "Kita sepakat saja bahwa Juni 2013 akan menjadi momen baru kita menyiapkan anak-anak kita untuk masa depan dengan cara yang baru," kata Wakil Presiden Boediono yang memimpin rapat koordinasi mengenai pengembangan kurikulum di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 13 November 2012.

Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim, Wakil Menteri Kebudayaan Wiendu Nuryanti serta para pejabat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Turut hadir pula sejumlah tokoh yang menjadi bagian dari tim teknis antara lain mantan Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, budayawan Goenawan Mohamad, Ratna Megawangi dari Indonesia Heritage Foundation, tokoh sains Yohannes Surya dan pemerhati pendidikan Darmaningtyas.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh memberikan presentasi lebih dari satu jam tentang progres pengembangan kurikulum 2013 antara lain tentang filosofi dasar serta tujuan yang ingin dicapai. Dipaparkan pula sejumlah perbandingan antara kurikulum 2006 dan pengembangan kurikulum 2013 yang sedang dipersiapkan.
Salah satu ciri kurikulum 2013 untuk SD adalah dimana mata pelajaran IPA dan IPS akan menjadi materi pembahasan di semua mata pelajaran. Prosesnya, tema-tema yang ada di dua mata pelajaran itu diintegrasikan kepada enam mata pelajaran yang akan menjadi muatan pelajaran SD, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Olahraga-Kesehatan serta Seni-Budaya.Misalnya pelajaran tentang sungai yang bisa menjadi bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia dan Agama. Sedangkan materi IPS bisa meluruh ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan juga Bahasa Indonesia. Di tingkat SD, jam pelajaran akan ditambah sebanyak empat jam seminggu.

Dalam kesempatan itu Wapres Boediono memuji progres yang dicapai oleh tim teknis. Ia menyampaikan apresiasinya kepada tim teknis, para pendamping dan para narasumber yang menjadi bagian dari pengembangan kurikulum 2013 ini. Ia yakin bahwa tim teknis didukung oleh tokoh-tokoh dan narasumber yang tepat untuk memberikan masukan substantif.
"Kita harus menyiapkan generasi muda dari sikap, keterampilan, kemampuan berpikir dan pengetahuan yang jauh lebih baik dari kita. Saya sangat berminat untuk melakukan perubahan ini secepat mungkin. Kalau bagi saya, jadikan saja Juni 2013 sebagai pegangan," kata Wapres mengulangi pesannya.

"Momentum perubahan ini jangan dilewatkan dimana Presiden, Wapres dan para menteri semuanya sepakat memberi perhatian pada pendidikan dan materi pengajaran bagi anak-anak kita," kata Wapres. Ia kemudian meminta agar pekerjaan besar mengembangkan kurikulum baru ini dilanjutkan tanpa berlarut-larut mengingat mata rantai pekerjaan berikutnya masih panjang. Banyak hal yang harus diterjemahkan dengan lebih kongkret seperti menyiapkan bahan pengajaran untuk masing-masing tingkat dan lain sebagainya. Wapres juga menekankan bahwa pengembangan kurikulum 2013 menuntut perbaikan kualitas guru secara menyeluruh di tanah air.

Selain itu, Wapres Boediono juga menyetujui kegiatan Pramuka dijadikan sebagai ekstrakurikuler bagi SD-SMP-SMA/SMK. "Jadi bukan hanya pembimbing dari masing-masing sekolah, tapi juga harus ada insentif yang pas untuk pembimbing. Kegiatan kepramukaan ini harus diberi pedoman yang jelas dan saya harapkan mulai 2013 sudah berjalan," kata Wapres.

Dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, saat ini progres pengembangan kurikulum baru mencapai SD-SMP-SMA/SMK, sedangkan untuk Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah akan segera menyusul. Perwakilan dari Kementerian Agama mengatakan sudah siap melakukan penyesuaian. Mengenai ekstrakurikuler Pramuka, Mendikbud menambahkan bahwa hal itu memiliki dasar hukum yang jelas yakni UU no. 12/2010 tentang Gerakan Pramuka.

Dalam presentasinya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa efektivitas pembelajaran yang diharapkan dari pengembangan kurikulum 2013 adalah transformasi nilai, dimulai dengan efektivitas interaksi antara guru dan murid sehingga dapat meningkatkan pemahaman sang murid. Dalam kurikulum 2013 mendatang, akan didorong pendekatan pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi, asosiasi, bertanya, menyimpulkan dan mengkomunikasikan.

Selengkapnya baca Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: "Pengembangan Kurikulum 2013, Menuju Tercapainya Kompetensi yang Berimbang" di Ruang Media (Konferensi Pers)

GURU, ELEMEN YANG TERLUPAKAN

Pendidikan Indonesia selalu gembar-gembor tentang kurikulum baru...yang katanya lebih oke lah, lebih tepat sasaran, lebih kebarat-baratan...atau apapun. Yang jelas, menteri pendidikan berusaha eksis dengan mengujicobakan formula pendidikan baru dengan mengubah kurikulum.

Di balik perubahan kurikulum yang terus-menerus, yang kadang kita gak ngeh apa maksudnya, ada elemen yang benar-benar terlupakan...Yaitu guru! Ya, guru di Indonesia hanya 60% yang layak mengajar...sisanya, masih perlu pembenahan. Kenapa hal itu terjadi? Tak lain tak bukan karena kurang pelatihan skill, kurangnya pembinaan terhadap kurikulum baru, dan kurangnya gaji. Masih banyak guru honorer yang kembang kempis ngurusin asap dapur rumahnya agar terus menyala.

Guru, digugu dan ditiru....Masihkah? atau hanya slogan klise yang sudah kuno. Murid saja sedikit yang menghargai gurunya...sedemikian juga pemerintah. banyak yang memandang rendah terhadap guru, sehingga orang pun tidak termotivasi menjadi guru. Padahal, tanpa sosok Oemar Bakri ini, tak bakal ada yang namanya Habibi.